Kemarin malam saya membaca majalah Suara Mahasiswa UI edisi (saya lupa edisi berapa, majalahnya tertinggal di rumah) 22/XIV/2006 ada satu cerpen (judulnya juga lupa Gelasku Berdenting dan Moralitas itu murahan… yang dibuat oleh
)rysthiyana muthia risyiana muthia (maaf kalau salah tulis). Terus kenapa saya harus menyebutkan cerpen tersebut?Karena cerpen tersebutlah ide saya muncul untuk membuat tulisan ini. Pada cerpen tersebut terdapat hal yang cukup menarik yaitu si pengarang bercerita kenapa asap rokok itu berwarna putih dengan degradasi keabuan, padahal rokok sudah ada yang rasa mint, teh, buah-buahan(ada ga yah?), dll.
Namun asapnya tidak ada yang berwarna lain selain warna putih dengan degradasi keabuan. Dengan teknologi sekarang ini tentunya mudah sekali membuat warna pada asap. Perokok dapat memilih warna kesukaan pada asapnya, seperti warna merah, biru, kuning, pink ,dll. Saya rasa hal ini cukup mudah, meskipun dengan menggunakan pewarna buatan yang mengandung racun juga. Saya rasa perokok menjadi tidak bosan
, menurut cerita itu “Jika ingin mati , matilah dengan GAYA”.
Cukup menarik bagi saya cerita tersebut, meskipun saya bukan perokok (bisa dikatakan perokok pasif,
), ide brilian ini (asap rokok berwarna) tentunya bagus sekali bukan?(hehehe). Perokok itu sebenarnya sudah mengetahui bahwa rokok itu dapat mengakibatkan kematian , lalu kenapa tidak sekalian saja merokok dengan asap yang berbeda dengan biasanya yaitu asap putih dengan degradasi keabuan.
Sungguh ide yang aneh?
,,,,,
Note : saya akan mencantumkan edisi dan judul cerpen serta pengarangnya.
mo asepnya warna putih kebuabuan kek, mo warna merah keq, kuning, keq, hijau keq, kelabu keq, mo kek pelangi sekalian tetep aja ane benci!

kamal’s last blog post..Acara Berita koq isinya berita buruk semua ya?
Alhamdulillah saya berhasil berhenti dari kebiasaan merokok sejak lulus SMA dulu. Idenya yang gila itu boleh juga. Selain warna, mungkin perlu juga rasanya lebih beraga. Ada rasa manis, pedas, asin, coklat, nanono. Jadi mirip jagung bakar. Hehehe.
Sulit untuk mengentikan kebiasaan merokok di Indo, secara juga negara sangat membutuhkan pajak dari rokok yg luar biasa besar
*lam kenal anak UI
wah keren juga tuh idenya…
kan dunia jadi berwarna warni hahaha…
Ojat’s last blog post..2008, The First Post
ah rokok ya rokok, tetepa ajah bahaya buat kesehatan, terkecuali kalo rokoknya dibikin jadi kayak permen karet hehe
LieZMaya’s last blog post..Speedy Vs Australi
Walah.. gimana kalo nyiptain rokok tanpa asap saja..
Nazieb’s last blog post..Blog-isasi
idenya boleh juga
detnot’s last blog post..Vandalisme : Belum Lagi di Pake?.
Saya punya ide…gimana kalo mbuat rokok yang mengandung parfum, jadi bau mulut perokok itu wangi gitu loh…gak busuk kayak yang ada sekarang…
Adis’s last blog post..Back to Work
Kunjungan Balasan
lagi menjalani resolusi 2008 nih (berhenti ngerokok)
ridhocyber’s last blog post..Merayakan Tahun Baru 2008 Di Pantai Baron Dan Kukup
jarang yang kepikiran ya..?
nurussadad’s last blog post..Thanks For Mr President
hehehe, idenya lucu juga. trims sudah mampir ya. salam kenal balik mas.
fitri mohan’s last blog post..Untuk Janji Yang Membahayakan Seluruh Organ Tubuh…
Menurut saya, kemungkinan orang merokok karena dia buta huruf sehingga tidak dapat membaca tulisan “Merokok dapat menyebabkan…blablabla” (gak hafal). Kemungkinan kedua, akal sehat orang tersebut tidak jalan karena sudah tau merokok itu berbahaya, eh masih merokok juga…
Jikalau ingin gaul, merokok bukanlah jalan keluarnya. Bergaullah dengan cara sehat…
~No offense buat perokok
drys’s last blog post..[Part I]Matinya Hercules dan Xena
Merokok itu haram!
merugikan diri sendiri dan orang lain….
any comments?
matilah dengan gaya? alah, alah..
azka,,’s last blog post..trus ngapain ngeblog?
kan sekarang udah ada shisha…
yakan yakan?
bebex’s last blog post..sebulan kemudian
Saya sudah berhenti merokok sudah 100 hari, kalau disuruh memilih warna asap rokok saya pilih warnah hitam deh biar dikira kebakaran kan ntar ada yg nyiram tuh rokok dikira mulutnya terbakar
)
Totoks’s last blog post..Pantura Awal Tahun, Hujan dan Banjir
huhuhu
keren juga idenya,
peringatan pemerintah di kotak rok dan di iklan2 rokok itu juga aneh yah. dah tau roko itu membahayakan rakyatnya tapi rokok masih aja dibiarin di jual di tempat2 umum. kenapa nggak sekalian aja di bikin susah jualnya. jadi cuma bisa di beli di tempat2 yang udah di beri izin oleh pemerintah. biar anak2 kecil dibawah umur yang belum mengerti benar dengan keputusan untuk merokok itu adalah keputusan yang benar2 mengandung resiko.
bedh’s last blog post..cream and sugar for coffee
Gila, kalo bisa gitu, aku pasti pilih warna rokok coklat. Biar keliatan banget kalo banyak penyakit didalamnya, trus lama-lama aku eneg sendiri ngeliatnya. Trus berenti ngerokok deh.
eenx’s last blog post..Gila, cepet banget ke index ama google!!!!
Walah, klo saya sih ga’ peduli sama warna dan rasa rokok.. KArena untungnya bukan perokok dan tetap berpikir bahwa dunia akan lebih indah tanpa asap rokok..
Hehehehe….
waduh tambah banyak dong pabrik rokok jadinya kalau gitu n yang
juga tambah banyak
bikin aja rokok rasa asin atau rokok rasa bawang mungkin keder yang hisep, gua paling
ama orang yang ngerokok didekat gua,
isep + nafas + bau mulutnya kita hirup, bikin
remember rocket substance in a single cigarette, be cautious, be healthy ..
atrix’s last blog post..1429H ..
apapun warna asap rokok… yang namanya racun tetep aja racun dan meski cari jalan untuk memusnahkannya, bukan dengan menciptakan warna asap yang dampaknya lebih bahaya tuk perokok pasif…takutnya dgn da warna-warni asap, yang ga ngerokok jadi kut-kutan…
lam kenal….
#aziza
Itu cuman ide saja kok,,,saya cuman kepengen berbeda saja,,,,salam kenal juga
toni’s last blog post..Once in space | Game yang cukup melelahkan
oh hi! saya iseng2 mengetik nama saya di google (do normal people usually do that? hahaha…
and then stumbled upon your blog. waahhh ada namakuuuu… hihi…
thanks for reading my story
hehe.. anak ui kah dirimu?
and by the way, the story wasnt meant to offend non-smokers! :p it was just a satire idea… hihi.
Ulama Harus Ikut Pikirkan Dampak Fatwa Rokok Haram
Meski masih dalam tahap wacana, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dikabarkan akan mengeluarkan fatwa haram merokok bagi umat Islam. Isu ini dapat menjadi kontroversi baru karena bisa membuat punahnya sebuah ekosistem dan komunitas yang sudah mapan.
Persoalannya, tentu adalah bagaimana mengatasi krisis yang terjadi pasca fatwa haram oleh MUI. Siapakah yang bertanggungjawab atas dampak negatif dari dikeluarkannya fatwa ini? Apakah MUI juga sudah memikirkan dampak-dampaknya?
Padahal, jika fatwa rokok haram diluncurkan pasti dampak sosial ekonomisnya akan luar biasa besar. Rokok merupakan salah satu penyumbang devisa bagi negara, dan juga penyumbang berbagai kegiatan (sponsorship), bahkan dalam event resmi pemerintahan dan keagamaan.
Bukan itu saja, berapa juta orang yag akan mendapat kesengsaraan akibat masalah ini. Pengusaha dan karyawan pabrik rokok, meskipun banyak barangkali masih bisa dihitung. Tetapi, berapa jumlah tetangga kita yang menjadi tukang rokok di sepanjang jalan, tentu jumlahnya akan menjadi sangat banyak.
Dalam konteks ini, kita mengharapkan agar para ulama (jika mengeluarkan fatwa rokok haram) juga turut membantu memikirkan nasib dan masa depan jutaan komunitas manusia yang menggantungkan hidupnya kepada industri rokok. Terima kasih.