setelah gw ngebahas masalah mainan berbahaya dari cina ,akhirnya ada juga tanggepan pemerintah buat menyelesaikan masalah ini. Rencananya bulan depan yaitu awal bulan September, Indonesia yang diwakili oleh tim yang berisikan sejumlah instansi (interdep) pemerintah akan berangkat menuju Cina untuk bertemu dengan pejabat setempat guna membahas standar makanan dan nonmakanan antar kedua belah pihak. Hal ini senada dikatakan oleh Wakil Kepala Perwakilan RI di Beijing Mohamad Oemar,”Rencananya sebuah tim interdep dari Indonesia pada awal September akan datang ke China dan bertemu dengan pejabat setempat untuk membahas standar makanan dan non-makanan“.
Hal ini tentunya sangat berguna sekali antar kedua belah pihak mengingat adanya keuntungan dari penjualan maupun pembelian produk makanan dan nonmakanan antar kedua belah pihak. “Kita berharap agar dari hasil kunjungan itu nanti penyelesaian mengenai standar makanan dan nonmakanan bisa diselesaikan sehingga tidak ada lagi saling penolakan produk impor dengan alasan tidak memenuhi standar kesehatan dan keamanan,” kata Oemar. Karena jika tidak diselesaikan masalah ini akan merembet ke masalah lain.
Menurut Oemar,”Saya pikir perselisihan dagang antara kedua negara cukup diselesaikan di tingkat interdep atau Komisi Bersama yang sudah terbentuk selama ini.” Keberadaan Komisi Bersama yang telah dibentuk antara Indonesia dengan China dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah itu karena memang fungsi komisi itu adalah untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan dan hambatan dalam upaya meningkatkan hubungan dagang kedua negara. (Sumber)
Harapan gw semoga pertemuan tersebut menciptakan hasil yang bermanfaat antara kedua belah pihak. Kedepannya tidak ada lagi masalah antar kedua belah pihak. Mungkin juga ini ada hikmahnya juga karena mutu produk Indonesia yang dirasa masih rendah kualitasnya. Tahun lalu, beberapa kontainer udang dari Indonesia sempat ditolak dan dikembalikan oleh importir di Jepang dan Uni Eropa, karena ditemukan kandungan logam berat dan antibiotik (sumber). Masalah ini tentunya merupakan PR bagi dunia industri kita, perbaikan kualitas produk makanan maupun nonmakanan tentunya akan membuat negara-negara lain percaya terhadap produk-produk Indonesia. Saya cinta produk dalam negeri!!!.
Hmm, langkah bagus bagi pemerintah Indonesia untuk masalah makanan Cina ini. Tapi, jangan keluar aja yang harus ditindak, yang di dalam juga perlu ditindaklanjuti. Produk makanan berformalin buatan dalam negeri kembali lagi beredar di pasaran.