<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>toni dermawan y &#187; Lingkungan</title>
	<atom:link href="http://tonidermawan.net/category/lingkungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tonidermawan.net</link>
	<description>tempat cari pelajaran dan ilmu pengetahuan</description>
	<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 13:26:39 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=abc</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Atasi Dengan Komunikasi</title>
		<link>http://tonidermawan.net/atasi-dengan-komunikasi.html/</link>
		<comments>http://tonidermawan.net/atasi-dengan-komunikasi.html/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 04:30:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>toni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<category><![CDATA[BC Blog Competition - CS]]></category>

		<category><![CDATA[British council]]></category>

		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>

		<category><![CDATA[Proyek pu.un]]></category>

		<category><![CDATA[Solusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tonidermawan.net/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum membaca tulisan di bawah, bagi yang belum membaca artikel &#8220;Solusi Bukan Polusi&#8221; silakan untuk membaca artikel tersebut terlebih dahulu. Jika sudah membaca artikel di atas, silakan membaca artikel di bawah.
#########################################
Seperti yang sudah saya katakan pada artikel sebelumnya (Solusi Bukan Polusi), perubahan lingkungan erat kaitannya dengan masalah sampah di Indonesia yang kurang baik pengelolaannya. Apalagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum membaca tulisan di bawah, bagi yang belum membaca artikel &#8220;<a href="http://tonidermawan.net/solusi-bukan-polusisolusi-bukan-polusi.html" target="_blank">Solusi Bukan Polusi</a>&#8221; silakan untuk membaca artikel tersebut terlebih dahulu. Jika sudah membaca artikel di atas, silakan membaca artikel di bawah.</p>
<p>#########################################</p>
<p>Seperti yang sudah saya katakan pada artikel sebelumnya (Solusi Bukan Polusi), perubahan lingkungan erat kaitannya dengan masalah sampah di Indonesia yang kurang baik pengelolaannya. Apalagi kesadaran rakyat Indonesia akan pentingnya hidup bersih dan sehat, yang menurut saya masih kurang. Manusia sebagai makhluk sosial tentuna tidak lepas dari berhubungan dengan manusia lain. Komunikasi menjadi sebuah kebutuhan yang sangat penting bagi setiap manusia. Masalah lingkungan pun bisa diatasi dengan membangun sebuah rantai komunikasi pada setiap orang agar masing-masing individu saling mengingatkan akan pentingnya hidup bersih dan sehat. Salah satu contonya seperti yang dilakukan oleh uni meri, yaitu membiasakan diri untuk <a href="http://imairi.wordpress.com/2008/06/25/%e2%80%9cga-pake-plastik-mas%e2%80%9d/" target="_blank">tidak memakai plastik</a>, yang memiliki sebuah ajakan (berkomunikasi dengan orang lain) yaitu <strong>So saat belanja jangan pernah ragu bilang, “ga pake plastik, Mas”</strong>. Itu hanya salah satu contoh yang saya berikan, masih banyak contoh yang lain.</p>
<p><span id="more-168"></span></p>
<p><a href="http://www.britishcouncil.org" target="_blank"><strong>British council</strong></a> pun mempunyai program <a href="http://www.britishcouncil.org/id/indonesia-society-climate-cool.htm" target="_blank">Climate Cool</a>, yang memiliki tujuan membangun jaringan anak muda yang berkomitmen untuk melakukan tindakan yang membatasi kontribusi yang mereka serta mayarakat berikan pada pertambahan volume emisi gas rumah kaca. Kami akan membangun kampanye melalu website yang sangat interaktif -yang relevan bagi jaringan berorientasi aksi- dan debat serta interaksi antara tiap orang dan kelompok, baik melalui pertemuan fisik maupun di dunia maya. Seperti yang sudah pernah saya utarakan pada artikel sebelumnya, saya mencoba mengaitkan relevansi hal di atas dengan keahlian saya di bidang IT. Akhirnya saya teringat kalau ada tim yang ikut Imagine Cup dari Fasilkom UI yang mempunyai sistem membangun jaringan seperti <a title="friendster" href="http://www.friendster.com" target="_blank">friendster</a>, <a title="facebook" href="http://www.facebook.com" target="_blank">facebook</a>, atau situs jejaring lainnya. Berikut penjelasan dari saudara Fuadi yang merupakan salah satu anggota tim tersebut.</p>
<blockquote><p>Jadi, seperti yang telah saya presentasikan kemarin, bahwa saat ini Bumi sedang dalam keadaan sakit. <em>The environment is not sustainable</em>. Maka dari itu lah Imagine Cup diadakan bukan? Nah, bicara tentang environment, yang kita rasakan setiap hari adalah udara yang semakin panas dan panas yang disebut <em>Global Warming</em> yang diakibatkan oleh <em>Green House Effect</em>. Wajar lah Bumi semakin panas, karena begitu banyak kandungan CO2 di udara sementara produsen O2 semakin sedikit. Siapa sih yang bikin CO2 makin banyak? Ya kendaraan, ya pabrik, dll. Lalu, siapa pula yang bisa bikin O2? Mungkin ada alat atau mesin pembuat O2, tapi makhluk yang paling efektif dalam membuat O2 adalah pohon. Maka dari itu akhir-akhir ini sering digalakkan kegiatan menanam pohon di berbagai belahan di Bumi. Hari Menanam 10.000 Pohon, Hari Menanam Sejuta Pohon. Bahkan sampai ada iklan Bakrie Telekom yang dipajang besar-besaran di jalan Gatot Subroto yang bertuliskan: &#8220;Bumi telah memberikan manusia 250 milyar pohon. Bumi hanya meminta satu tunas pohon saja kepada setiap manusia.&#8221;</p>
<p>Nah akhirnya kita mendapat kata kunci: <strong>POHON</strong>.</p>
<p>Nah, berangkat dari betapa pentingnya keberadaan pohon, kami berpikir untuk membuat alat atau robot yang dapat menanam pohon secara otomatis. Namun sungguh kemampuan kami masih jauh dari itu. Akhirnya ada ide sederhana? Kenapa kita tidak meminta bantuan organisasi lingkungan untuk melakukannya? Kami sadar, mungkin organisasi lingkungan masih butuh dana yang sangat besar untuk menanam dan perawatan pohon.</p>
<p>Maka dari itu kita mendapat kata kunci selanjutnya: <strong>DANA</strong>.</p>
<p>Pertanyaan selanjutnya, bagaimana bisa menggalang dana yang begitu banyak dan menyampaikan akan kebutuhan ini ke orang yang sangat banyak? Maka kami teringat akan adanya internet yang sudah jelas sekali keunggulannya. Lihat pengunjung YouTube, lihat pendaftar Friendster, pendaftar FaceBook, pendaftar Blogger, pendaftar Wordpress, pendaftar Yahoo! Mail, GMail, Windows Live. Berjuta-juta orang. Dan pemilik web-web tersebut saat ini menjadi kaya raya karena uang yang didapat dari pemasangan iklan di websitenya. Nah, bisa dibayangkan apa yang terjadi kalau uang itu disumbangkan untuk organisasi lingkungan dengan tujuan yang sangat spesifik, yaitu menanam pohon.</p>
<p>Kemudian, apa yang membuat orang tertarik untuk mendaftar di website kita? Kami mengingat Miniclip.com yang berisi banyak sekali game. Dan banyak sekali pengguna internet yang juga suka dengan game. Maka dari itu, kami memilih meyediakan game untuk menarik pengunjung ke website kami.</p>
<p>Nah, kemudian kita dapat kata kunci selanjutnya: <strong>GAME</strong>.</p>
<p>Game apa yang membuat orang tidak pernah puas? Game yang terus berkesinambungan dan tiada akhir. Misalnya, game-game yang merupakan simulasi. The Sims, Sim City, Sim Theme Park, Sim Hospital. Nah, berhubung sangat sulit sekali membuat game simulasi seperti itu, kami memilih mengambil bagian dari game itu, yaitu simulasi memelihara pohon, layaknya tamagochi yang memelihara binatang. Selain itu, ada juga penikmat game yang seru yang lebih mementingkan skor, misalnya game tembak2an (FPS) atau game Adventure. Kami juga menyediakan game tersebut di website kami. Untuk ke depannya, game-game yang kami sediakan akan terus bertambah seiring feedback dari pengguna website kami.</p>
<p>Nah, semakin banyak pengunjung dan member dari website kami, semakin banyak pula uang yang dihasilkan, maka semakin banyak pula pohon yang ditanam, sehingga semakin rindang Bumi kita, semakin terjaga O2 kita, semakin &#8220;adem&#8221; lagi Bumi kita.</p>
<p>Memang agak berbeda dengan tim lain yang lebih mengedepankan mencegah Bumi menjadi lebih buruk, tim kami mencoba membuat Bumi menjadi lebih sehat. Karena kami pikir, buat apa kalau hanya sekedar mencegah kebakaran hutan, mencegah penebangan liar, dan sebagainya. Karena jika hanya mencegah saja berarti membiarkan Bumi dalam keadaan sekarang sedangkan permasalahannya adalah Bumi yang sekarang pun sudah tidak sehat. Maka dari itu lebih baik membuat Bumi kembali sehat, salah satu cara yang paling efektif adalah dengan menanam ribuan pohon setiap hari di wilayah mana pun di Bumi.</p>
<p>Ya, begitulah isi dari proyek kami, yang kami namain Pu&#8217;un Project (ditulis pu.un project supaya orang Perancis nggak kebingungan). [<a title="pu.un" href="http://scele.cs.ui.ac.id/s1/mod/forum/discuss.php?d=9280" target="_blank">sumber</a>]</p></blockquote>
<p>Bagaimana?Ide ini menurut saya sangat menarik. Apalagi kalau ide ini bukan hanya menjadi ide saja yang tidak dilaksanakan dalam kehidupan kita.  Memang menarik untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi di sekitar kita dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Apalagi masalah tersebut memang menjadi masalah bersama seperti perubahan iklim yang terjadi di dunia. Tentunya sebagai seorang mahasiswa Ilmu Komputer, saya lebih senang memikirkan masalah-masalah dalam kehidupan nyata apa saja yang bisa diselesaikan dengan menggunakan kapabilitas saya sebagai seorang mahasiswa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tonidermawan.net/atasi-dengan-komunikasi.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Solusi Bukan Polusi</title>
		<link>http://tonidermawan.net/solusi-bukan-polusi.html/</link>
		<comments>http://tonidermawan.net/solusi-bukan-polusi.html/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 11:30:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>toni</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>

		<category><![CDATA[BC Blog Competition - CS]]></category>

		<category><![CDATA[Bukan Polusi]]></category>

		<category><![CDATA[Ide]]></category>

		<category><![CDATA[Imagine Cup]]></category>

		<category><![CDATA[Solusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tonidermawan.net/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Bertambahnya penduduk indonesia yang diperkirakan di tahun 2025 mencapai 273,65 juta jiwa apalagi posisi Indonesia saat ini di posisi keempat dari jumlah penduduk terbanyak se-dunia. Tentunya dengan bertambahnya populasi manusia bertambah pula sampah yang dihasilkan oleh manusia. Tingkat pencemaran lingkungan akibat pengelolaan sampah di Indonesia, ibarat kanker sudah memasuki stadium IV, hanya mampu diselesaikan dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bertambahnya penduduk indonesia yang diperkirakan di <a href="http://situs.mitrainti.org/info/agu/2005/info02.htm" target="_blank">tahun 2025</a> mencapai 273,65 juta jiwa apalagi posisi Indonesia saat ini di <a href="http://mediaindonesia.com/index.php?ar_id=MTUyOTM=" target="_blank">posisi keempat</a> dari jumlah penduduk terbanyak se-dunia. Tentunya dengan bertambahnya populasi manusia bertambah pula sampah yang dihasilkan oleh manusia. Tingkat pencemaran lingkungan akibat pengelolaan sampah di Indonesia, ibarat kanker sudah memasuki <a href="http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=4488&amp;Itemid=701" target="_blank">stadium IV</a>, hanya mampu diselesaikan dengan amputasi. Kondisi parahnya pengelolaan sampah tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif Dana Mitra Lingkungan Sri Bebasari dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Pansus RUU Pengelolaan Sampah, di gedung DPR, Rabu (13/06/2007). Begitu parahkah masalah sampah di Indonesia saat ini?Begitulah jadinya jika seseorang memiliki kesadaran akan membuang sampah pada tempat sampah bukan pada tempatnya (tempat selain tempat sampah).</p>
<p><span id="more-157"></span></p>
<p>Bagaimana kalau sudah membuang sampah pada tempat sampah, apakah tindakan saya ini benar?Memang tindakan tersebut sudah benar tetapi setelah sampah itu dibuang, dipisah sesuai jenisnya (organik atau nonorganik) setelah itu disatukan kembali di TPA (Tempat Pengolahan Sampah). Kurangnya ahli di bidang sampah pun menjadi penghambat dalam mengatasi masalah sampah, apalagi dukungan pemerintah yang kurang seperti yang terjadi kasus penumpukan sampah di kota bandung. Menurut salah satu <a href="http://www.itb.ac.id/news/1833" target="_blank">ahli sampah Indonesia</a>, Dr. Enri Damanhuri, “Dulu orang–orang biasanya tertarik pada pengelolaan air minum atau air buangan, tidak ada yang memilih sampah. Karena itu sebelum saya berangkat ke Perancis untuk mengambil S2 dan S3 saya berpikir, harus ada yang mengisi kekosongan ini.” Pak Enri menjadi doktor pertama di Indonesia yang bergerak di bidang persampahan.</p>
<p>Sebagai seorang mahasiswa yang berkuliah di dunia TIK yaitu <a href="http://www.cs.ui.ac.id" target="_blank">Fasilkom UI</a>. Saya mencoba berpikir apakah ada cara yang mungkin menarik bagi sebagian orang untuk mengatasi kerusakan lingkungan?Ternyata ada cara yang menarik yang dilakukan oleh <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/08/20125599/tim.antarmuka.itb.juarai.imagine.cup.2008" target="_blank">tim Antarmuka ITB</a> yang berhasil memenangkan Rural Innovation Award pada Imagine Cup 2008. Ide yang mereka gunakan cukup menarik yaitu sistem pelaporan yang memungkinkan siapapun secara segera dapat melaporkan masalah lingkungan melalui suara, sms, mms, aplikasi mobile, dan web ke sistem yang diciptakan ini. Setelah mendapat laporan, <em>Butterfly</em> akan mengklasifikasi masalah berdasarkan kategori kemendesakan dan lokasi. Setelah itu, laporan diteruskan ke otoritas yang bertangungjawab sehingga masalah yang timbul dapat ditangani secara lokal. Laporan dan bagaimana respon otoritas yang bertangung jawab akan ditampilkan dalam <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/08/20125599/tim.antarmuka.itb.juarai.imagine.cup.2008" target="_blank">sistem Butterfly </a>yang dapat diakses oleh publik.</p>
<p>Ide yang dikembangkan oleh tim Antarmuka bagi saya sangat menarik. Apalagi jika sistem tersebut diterapkan oleh pemerintah Indonesia. Tugas pemerintah menjadi lebih mudah dengan adanya sistem tersebut. Lembaga-lembaga non pemerintah yang bergerak di bidang lingkungan pun menjadi semakin mudah. Contohnya British Counsil Indonesia yang memiliki program yaitu mengenai perubahan iklim. Tentunya membutuhkan data-data mengenai masalah lingkungan untuk mencari tahu sudah sejauh mana iklim telah berubah. Biasanya perubahan lingkungan bisa dilihat dari berbagai macam masalah lingkungan yang terjadi dalam suatu daerah.</p>
<p>Kedepannya masalah-masalah yang berkaitan dengan lingkungan dapat diatasi dengan mudah dan cepat karena sudah didukung oleh sistem informasi yang baik.</p>
<p>#######################################</p>
<p>Lanjutan artikel ini dapat Anda baca <a href="http://tonidermawan.net/atasi-dengan-komunikasi.html" target="_blank">di sini.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tonidermawan.net/solusi-bukan-polusi.html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
