Kembali ke lingkungan
Posted by toni - 01/07/09 at 04:07:32 pmSewaktu SMA (seingatku) saya pernah mendapat pelajaran Agama Islam yang membahas Surat Ar Rum ayat 41 yang artinya adalah:
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Seperti yang kita semua ketahui bahwa bumi tempat tinggal kita ini mengalami kerusakan. Panasnya udara, perubahan cuaca yang tidak menentu, polusi udara yang tinggi, hutan-hutan yang digunduli, dan kerusakan-kerusakan lingkungan yang lainnya. Ya, semua hal yang terjadi di atas telah dijelaskan oleh Allah dalam Surat Ar Rum ayat 41. Kita seharusnya merenung mengenai apa yang kita perbuat selama ini terhadap lingkungan. Sayangnya sebagian dari kita hanya mementingkan dirinya tanpa mempedulikan orang lain dengan menjaga lingkungan.
Saya sendiri mencoba untuk membuang sampah pada tempat sampah. Sayangnya di Indonesia tempat-tempat umum jumlah tempat sampahnya sedikit bahkan tidak ada tempat sampahnya (saya pernah mengalaminya). Kemarin saat saya membaca Koran Kampus mengenai Mahasiswa Berprestasi (Mapres) UI tahun 2009 yaitu Muchdlir Zauhariy, mahasiswa Akuntansi FE UI 2006. Saya tertarik dengan artikel yang dia bawakan yaitu akutansi lingkungan. Istilah yang agak asing di telinga saya . Maklum jarang baca artikel di luar IT ![]()
. Sedikit gambaran mengenai akuntansi lingkungan yang saya dapat dari sini, yaitu:![]()
Menurut Mathew dan Parrerra (1996), akuntansi lingkungan sebagai informasi sosial digunakan untuk memberikan gambaran bentuk komprehensif akuntansi yang memasukkan extrenalities ke dalam rekening perusahaan seperti informasi tenaga kerja, produk, dan pencemaran lingkungan. Dalam hal ini, pencemaran dan limbah produksi merupakan salah satu contoh dampak negatif dari operasional perusahaan yang memerlukan sistem akuntansi lingkungan sebagai kontrol terhadap tanggung jawab perusahaan sebab pengelolaan limbah yang dilakukan oleh perusahaan memerlukan pengidentifikasian, pengukuran, penyajian, pengungkapan, dan pelaporan biaya pengelolaan limbah dari hasil kegiatan operasional perusahaan.
Menurut yang saya tangkap (CMIIW) akuntansi lingkungan ini merupakan penerapan prinsip-prinsip akuntansi yang memasukkan unsur lingkungan sehingga lingkungan menjadi bagian yang penting dari suatu perusahaan bukan lagi menjadi “Corporate Social Responsibility” atau CSR. Saya sendiri tidak tahu berapa jumlah perusahaan di Indonesia yang sudah menerapkan akuntansi lingkungan ini.
Kalau di akuntansi ada akuntansi lingkungan, di bidang teknologi informasi (TI) juga ndak mau kalah yaitu adanya green IT atau istilah lainnya adalah green computing. Kalau di bahasa Indonesia-kan menjadi agak aneh didengar yaitu TIK hijau eh ternyata kalau di bahasa Indonesia-kan menjadi solusi TI ramah lingkungan. Saya mengetahui istilah tersebut dari artikel di detikinet. Sama seperti akuntansi lingkungan, perusahaan yang menerapkan green IT pun melakukan penggunaan TI yang ramah lingkungan. Seperti yang dijelaskan pada artikel detikinet bahwa kegiatan yang dilakukan perusahan misalkan mengurangi limbah elektronik yang terkait dengan software, hardware, fasilitas dan perencanaan komputer, dan pada akhirnya mengurangi emisi karbon dari perusahaan atau organisasi. Kalau mau baca artikel lainnya coba baca artikelnya mas romi mengenai green computing. Ayo kita jaga bumi ini dengan rasa cinta ![]()
.![]()
Mungkin teman-teman dari bidang kesehatan, teknik ataupun yang lainnya ada istilah menarik mengenai lingkungan?
No Comments yet »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Powered by WordPress with GimpStyle Theme design by Horacio Bella.
Entries and comments feeds.
Valid XHTML and CSS.



