udah lama nih ga ngeblog,,,,,lagi-lagi karena gw sibuk banget,,,,lagi ada urusan BEM Fasilkom UI penyambutan mahasiswa baru 2007,,,,terus juga ada urusan yang laen,,,
akhirnya gw sempet-sempetin buat nulis(ngetik-red) satu postingan,,,,
back to the topic,,,,kemaren 12 agustus 2007,,gw nonton salah satu acara di salah satu stasiun tv swasta yaitu Trans7,,,di sana ada tontonan menarik yaitu mengenai mainan yang berbahaya dari Cina,,,,
Menurut APMETI (Asosiasi Penggiat Mainan Edukatif dan Tradisional Indonesia) hampir 80 persen mainan dari China yang beredar di Indonesia mengandung racun dan logam berat. Wah coba gimana nih?
“Ketua APMETI, Dhanang Sasongko, menjelaskan, sebagian besar mainan tersebut terbuat dari plastik seperti bola, mobil-mobilan dan boneka.
“Umumnya harga mainan tersebut lebih murah 50 persen dan beratnya lebih enteng dari produk buatan lokal,” ujar Dhanang, di Jakarta, Kamis (2/
.
Mainan tersebut, katanya, mulai beredar di Indonesia sejak krisis moneter. Tepatnya, ketika para orangtua mulai mencari mainan murah. “Padahal mainan itu sangat berbahaya. Kalau terkena suhu panas, bahan berbahaya itu langsung mengurai,” ujar Dhanang.
Dampak dari penguraian itu, menurutnya, tidak langsung terlihat. Tapi apabila anak memainkan dalam waktu lama, bisa menyebabkan autis, sakit pernafasan, asma dan lemah konsentrasi.
“Ini karena anak sering menghirup racun seperti timbal,” tandasnya.
Dikatakan Dhanang, mainan China tersebut aman melenggang di pasaran Indonesia, karena pemerintah tidak pedulian pada industri mainan.
“Belum ada kontrol dari pemerintah. Padahal impor mainan China per tahunnya naik terus. Di tahun 2004 nilainya tiga kali lipat dari nilai produksi kita, banyak juga yang lewat jalur ilegal,” papar Dhanang. “(sumber)
Dari keterangan Ketua APMETI cukup jelas bahwa nampaknya pemerintah belum berbuat secara signifikan bagi masa depan generasi penerus bangsa,,,,
“Terdapat dua kelemahan pemerintah berkaitan dengan perlindungan konsumen yang memakai produk bergerak, seperti mainan anak-anak. Pertama, belum ada undang-undang khusus yang melindungi atau mengatur keberadaan produksi mainan, seperti UU 7/1996 tentang Pangan. Dengan demikian ketika terdapat kandungan zat kimia berbahaya dalam produk mainan, pemerintah tidak memiliki kekuatan hukum untuk memberikan sanksi.
Kedua, pemerintah tidak memberi nomor registrasi pada produk mainan impor, sebagaimana yang lazim tertera pada setiap produk makanan. Dengan begitu sulit untuk mencari tahu siapa yang harus bertanggung jawab apabila ditemukan mainan yang mengandung zat berbahaya bagi anak-anak. Bila nanti ditemukan mainan yang mengandung merkuri, misalnya, masyarakat tidak bisa menyalahkan siapa-siapa.“(sumber)
Ini merupakan salah satu PR pemerintah nih,,,ayo pemerintah pusat bergerak segera,,,,,
” Ciri-ciri produk mainan eks China yang mengandung timbal berbahaya ini umumnya terbuat dari plastik, seperti bola, mobil-mobilan, juga boneka. Dibanding buatan lokal, produk-produk tersebut lebih enteng. Dalam soal harga, produk mainan eks China ini umumnya 50 persen lebih murah. “Produk mainan eks China mulai beredar di Indonesia sejak krisis ekonomi menerpa. Produk tersebut sangat berbahaya karena, kalau terkena suhu panas, zat beracun yang dikandungnya langsung mengurai,” ujar Dhanang.
Bila dimainkan anak dalam waktu lama, menurut Dhanang pula, produk mainan yang mengandung zat berbahaya itu berdampak negatif bagi perkembangan anak. Misalnya menimbulkan gejala autis, sakit pernapasan, asma, juga lemah konsentrasi.
“Produk China yang beracun ini bahkan sudah merambah ke produk mainan edukasi. Selama ini produk mainan eks China tidak mempertimbangkan kualitas dan presisi. Bagi masyarakat, produk-produk tersebut amat menggoda karena berbentuk lucu-lucu atau berwarna meriah,” tutur Dhanang.
Meski mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan anak, produk mainan eks China beredar bebas dan luas di pasar dalam negeri. “Belum ada kontrol dari pemerintah. Padahal volume impor produk mainan China tiap tahun naik terus. Tahun 2004 saja, nilai impor produk tersebut tiga kali lipat dari nilai produksi aneka produk mainan kita,” papar Dhanang. Dia menambahkan, tidak sedikit produk mainan China ini masuk ke Indonesia lewat jalur ilegal.
China kini menguasai 72 persen pasar produk mainan dunia. Indonesia sendiri merupakan salah satu importir terbesar produk tersebut. “Pemerintah kurang perhatian terhadap industri produk mainan lokal. Padahal, produk kita sangat memperhatikan aspek kesehatan konsumen. Sementara produk mainan eks China, bungkusnya saja sudah berbahaya. Tak heran jika produk mainan eks China ini sulit masuk pasar Eropa,” ujar Dhanang.
Dia menjelaskan, perusahaan produk mainan edukasi di dalam negeri kini berjumlah 60 unit dengan skala usaha kelas menengah. Untuk jenis mainan umum, 70 perusahaan sudah muncul sejak 1991. Kini hanya tinggal 15 unit karena banyak perusahaan bangkrut akibat digempur produk mainan eks China, Perusahaan asing yang bertahan itu antara lain Mattel yang memproduksi boneka Barbie.
Di tempat terpisah, Ketua Komisi VI DPR Didik J Rachbini mengatakan, DPR meminta pemerintah melarang impor produk makanan serta obat tradisional dan kosmetik dari China karena sudah terbukti mengandung formalin dan zat berbahaya lain. Untuk itu, dalam waktu dekat DPR memanggil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Departemen Perdagangan, dan Ditjen Bea dan Cukai.
“Pemerintah sangat semrawut dalam menangani produk China yang berbahaya itu. Jadi harus dilakukan tindakan tegas dengan melarang masuknya produk China ke Indonesia. BPOM juga harus melakukan pengawasan ketat dan menarik produk makanan dan kosmetik dari China yang bermasalah itu,” kata Didik.“(sumber)
nampaknya para pedagang pun tidak mengetahui adanya zat berbahaya pada mainan anak-anak seperti yang diberitakan oleh banjarmasin pos ,,,
“Seorang penjaga kios mainan, Hardi mengaku, semua barang dagangan yang dia jual dibeli dari pusat penjualan khusus mainan di Surabaya dan Jakarta. Barang tersebut dikirim langsung pihak perusahaan ke tempat jualannya.
“Apakah mainan ini tergolong buatan China atau tidak saya tidak tahu,” ujarnya.
Hardi juga mengaku bingung dengan istilah mainan China tersebut. Apakah asalnya dari negeri tersebut atau mainan yang memiliki ciri-ciri khusus.
“Mainan China itu bagaimana, apakah ada tulisannya made in China atau yang ada ciri-cirinya tertentu,” ujarnya.
Main yang dijual Hardi umumnya berupa boneka yang diisi dengan udara sehingga membentuk seperti manusia atau hewan. Selain itu juga ada bola-bola kecil dan mobil-mobilan”
nampaknya kita harus selalu berhati-hati dalam membeli mainan untuk anak-anak,,,,jika bisa mainan anak-anak sebaiknya jangan terbuat dari plastik dan tidak menggunakan produk buatan Cina,,,,,Selama pemerintah belum menyatakan aman produk tersebut,,,
selamat bermain!!!
waelah ton..itu yang bem_new belum resmi kepublish kali :p
@deni
hehehe, tenang aja den, nanti gw ganti degh,,,,makanya update donk situsnya
Oi…
Permen dibales ikan…
ikan dibales mainan…
mainan dibales …..
Ton, isi tuh titik-titik yang gw kasih !!
@sidicx
untuk yang pertama jawabannya beku,,,(sumber)
untuk yang kedua jawabannya anak-anak(sumber)
untuk yang ketiga gw belom tahu jawabannya,,
Pingback: bahas standar makanan, Indonesia ke Cina » TCP/IP == tEMPAT cARI(/iLMU) pENGETAHUAN